Selasa, 10 Januari 2017

Gili Ketapang, Surga yang Tercemar

Salah satu pulau kecil di Indonesia adalah Pulau Gili Ketapang. Pulau ini tergambar dipeta NKRI hanyalah hanyalah gambar titik. Ya, tentu saja karena pulau yang terletak di wilayah Probolinggo, Jawa Timur ini memanglah kecil. Seharian pun kamu bisa berlari – lari manja di pulau yang dihuni oleh para manusia yang mayoritas berbahasa madura. Untuk menuju ke Gili Ketapang cukup mudah, kok. Ketika sudah memasuki Kota Probolinggo silahkan mencari arah ke pelabuhan yang ada disana ( lupa namanya apa). Untuk perahu yang akan menyebrang ke gili ketapang silahkan bertanya – tanya pada peduduk disana. Pesan dari ku jangan memaksakan diri naik kendaraan darat ya, nggak bakal nyampe, yang ada malah lu masuk berita akibat kejebur di laut. Hmmm. #garing

Buat yang suka mabuk laut dan juga mabuk karena oplosan nggak usah khawatir. Ombak selama penyebrangan relatif tenang dan silahkan menikmati birunya laut jawa yang mengagumkan.


Luar biasa sekaligus menjijikan. Laut biru yang berwarna dari gelap hingga ke warna muda dan juga banyaknya sampah yang berserakan memanglah pemandangan yang kontras di pulau ini. Sayang sekali tidak adanya kebersihan di wilayah tersebut membuat bau – bau yang kurang menyedapkan menguar. Apalagi tai – tai kambing yang berserakan dimana – mana. Aduh!

banyak sampahnya :"(
Setelah mencari wilayah yang cukup terbilang agak bersih, akhirnya kita menikmati suasana pantai dengan Aliyah, teman jalan – jalanku saat itu. Dari mulai foto yang kalem – kalem hingga bikin video yang nggak jelas. Sebenarnya waktu menyebrang tadi, juga banyak yang datang ke pulau ini, tapi kita sama sekali tidak bertemu dengan mereka. Jadi ya gitu deh, serasa milik berdua dan yang lain cuma ngontrak.

 foto anggun ala - ala 

 berdua, yang lainnya ngontrak :p



Sebelum pulang, kita bertemu dengan anak – anak penghuni pulau tersebut dan meminta mereka yang sebenarnya buat ngefoto kita, tapi kenapa mereka justru nggak peka. Huft 

gaya wae lah mereka
Harapannya, untuk salah satu pulau yang ada di Indonesia ini bisa terjaga kebersihannya dengan baik. Nggak cuma buat pemerintah aja sih, tapi buat peduduk setempat dan juga kita yang jalan - jalan kesana. sayang banget kan, kalau cantiknya pulau ini harus tercemar oleh sampah - sampah. :"(  


Sabtu, 07 Januari 2017

Sekarang saatnya BAPER dimulai!

“Hujan 1% air dan 99% kenangan”. Saat – saat hujan adalah membuat banyak manusia baper. Ya, seperti kejadian semalam yang membuatku juga baper dengan melihat banyaknya manusia malming berdua. Maafkan atas curhatan yang sebenarnya nggak guna itu, hahaha #apasih

baper ngelihat yang begini :''( 
Banyak yang mengatakan baper adalah bawa perasaan yang dimana bisa membuat orang GR. Kok bisa sih? Mungkin ada yang bertanya pada rumput yang bergoyang. Yaaah, dilihat dari analisis dan penelitianku selama ini *sok banget*manusia baper tuh kalo diperhatikan dikit aja udah GR, padahal bisa jadi tuh orang baik ke sesamannya. Ya kan? Setuju nggak? Harus setuju dong! #maksa

Oke stop, stop! Jadi BAPER yang sebenarnya aku maksud dalam tulisan ini adalah BAwa PERubahan. Benar seperti itu, guys. Setiap manusia pasti memiliki masa lalu bukan? Termasuk juga hari kemarin, hari kemarin kemarinnya, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, setahun yang lalu, seabad yang lalu.

Pernah nggak merasakan yang namanya hidup tuh rasanya begitu – begitu aja? Nggak ada semangat hidup? Dan berpikir bahwa “hidup tuh seperti air ajalah, ngalir” gitu?


seperti air terjun yang mengalir
Jika jawabanmu pernah berarti saatnya kamu ngeBAPER pada diri sendiri nih. Jadi diri sendiri itu perlu, tapi nggak ada salahnya bukan untuk mencoba hal baru? Jangan jadikan zona nyaman membuat kamu malas berubah sob! Sesekali keluar dan bertemulah dengan orang baru. Ketika di angkutan umum misalnya, jangan hanya bermain dengan gadget tapi cobalah perhatikan sekitar atau menyapa ibu – ibu yang dari pasar dan sebagainya. 

teman masa kecil >_<
Terpenting, bawa perubahan dari hal terkecil dan dimulai dari diri sendiri. 

bebaskan dirimu untuk berekspresi!!

Minggu, 01 Januari 2017

Yuk Jalan – Jalan Gratis di Akhir Tahun



Siapa sih yang nggak suka sama yang namanya gratisan ya kan, apalagi sama yang namanya jalan – jalan. Uhh, pasti mau banget! Termasuk aku lah salah satunya. Dari awal mulanya liburan yang sebentar lagi berakhir, akhirnya pada tanggal 31 Desember 2016, aku mengajak beberapa teman untuk jalan – jalan ke Desa Puspo, Kabupaten Pasuruan. Tujuan awalnya memang nggak tau sih mau kemana setelah nanti tiba di Puspo, tapi ternyata salah satu teman memberi usul ke Air Terjun Rambut Maya. 

Walaupun cuaca hati mendung, perjalanan tetap dilanjutkan. Jalan berkelok – kelok dan pemandangan indah menemani perjalanan kami.  Tak lama sampai juga kami di Desa Puspo, kami beristirahat sebentar dan bertanya – tanya jalan menuju ke Air Terjun Rambut Maya.

  
salah satu sungai di puspo

 viewnya keren banget kan

Puas istirahat dan berfoto, kami melanjutkan perjalanan. Awal mulanya sih jalannya mulus, tapi, ketika mulai masuk di pemukiman warga, jalan mulai kasar seperti wajah kalo lagi banyak jerawat. Berbatu dan di sisi jalan banyak dijumpai jurang yang kalau jatuh juga mungkin bakal mati *naudzubillah* 


Sekitar 45 menit perjalanan, akhirnya tiba ditujuan. Sepi banget, itu yang pertama kali terbenak. Karena memang disana nggak ada tukang parkir, kita menitipkan sepeda motor ke salah satu warga dan untuk masuk ke air terjunnya ini kita nggak perlu membayar tiket alias gratis! Pepohonan pinus, berbagai jenis tanaman, lembah  dan juga tebing – tebing yang menjulang pemandangan yang kami lihat selama berjalan kaki.




sendirian aja pohonnya, seperti aku yang masih sendiri
Setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki selama sekitar 45 menit, akhirnya...
sayang banget, airnya warna coklat (karena memang musim hujan)
full team
oh ya, pesan nih buat para manusia  yang merencanakan untuk jalan - jalan ke tempat ini, lebih baik jika musim hujan jangan turun ke tempat jatuhnya air, karena ditakutkan air bah datang dari atas dan juga bawalah air minum yang cukup. berjalan kaki selama 45 menit itu menghabiskan tenaga kawan! Ya kalau nggak mau juga nggak masalah sih, nekat aja minum dari air pipa milik warga (dan waktu itu ada beberapa yang bocor)

 segeeeer!!