Minggu, 30 September 2018

Orang Berpendidikan Jangan Seperti Ini


Sebagai orang yang berpendidikan, seharusnya bisa berbeda dengan orang – orang yang berpendidikan rendah. Terutama dalam sikap. Perilaku orang –orang yang berpendidikan seharusnya bisa dong berpikir sebelum melakukan sesuatu dan berpikir sebelum berbicara sesuatu. Bukan berarti, orang yang berpendidikan harus diam saja. NO! Itu salah besar. Orang yang pendidikan adalah investasi, bahkan investasi suatu negara dalam kemajuan.

Hari ini aku mendapatkan suatu pelajaran, bahwa masih banyak orang yang berpendidikan tapi urakan. Yes, aku nggak akan menyebutkan suatu hal apa itu karena hal itu menyangkut nama baik.

Ada suatu hal yang menjadi pelajaran untukku tadi siang. Bahwa kita boleh marah, boleh kecewa, boleh sedih terhadap sesuatu. Tapi tetap harus terkontrol dan harus difikirkan kembali. Apa marahnya kita bisa berdampak ke hal buruk atau tidak? Apa kecewanya kita bisa membawa hal yang membuat rugi orang lain atau tidak? Nah.

Jangan sampai, karena hal masalah kecil tapi marahnya kita meledak – ledak.  Masalah bisa dilesaikan dengan baik – baik, bukan dengan cara urakan. That’s it!


Selamat malam senin. Tetap semangat untuk besok. See you!



Senin, 24 September 2018

Bahagia Kita


Hai kamu

Yang telah mengisi kembali kekosongan hati

Yang membuatku membangun harapan – harapan baru

Menjalin mimpi bersama selamanya

Orang kata kamu tak tampan

Orang ucap kamu tak mapan

Orang bilang kamu biasa saja

Tapi bagiku kamu berbeda

Kamu sumber bahagiaku

Kamu itu ...

Ah, aku tak bisa mengatakannya

Jangan mencari yang sempurna

Tapi, carilah yang bisa saling mengisi agar bisa sempurna

Ini hanyalah keinginan

Tenang aku tak memaksa

Jika bukan takdir yang membuat kita bersama

Semoga aku dan kamu tetap bahagia

Dengan seseorang yang telah dipilihkanNya


dari seseorang untuk seseorang


Jumat, 14 September 2018

Kuliah Untuk Apa? #1


Hampir sebulan ini dengan menyandang mahasiswa di Universitas Jember, kadang aku pribadi masih bertanya – tanya pada diri sendiri.

Bener nggak sih, aku butuh banget untuk kuliah?

Kuliah seribet ini, ngabisin uang. Buat bisnis sebenarnya kan nggak butuh pendidikan yang tinggi. 
Cukup punya modal aja ya kan

Duh, kuliah banyak tugs

Dsb.                                 

Kuliah itu berat, kalau hanya gengsi kamu nggak akan kuat. Awal – awal pekan aja langsung tugas seabrek, banyak banget. Beda di jaman SMA, masuk hari pertama masih santai, perkenalan tapi di waktu kuliah hari pertama bisa – bisa langsung materi dan tugas. Kenal dosen dari mana? Karena aku sebagai mahasiswa Universitas Jember, biar tahu siapa dosen yang mengajar di kelas cukup dengan cek di websitenya. Ya begitulah.

Kuliah itu melelahkan, sejujurnya. Biasanya masih bisa nyantai, molor – molor waktu atau kerjakan tugas nanti – nanti aja. Di jaman kuliah, kamu nggak bakal bisa. Sekali molorin tugas, pasti bakal numpuk tugas – tugas yang lain. Jadi jangan deh, numpuk – numpuk tugas kalo nggak ingin waktu tidurmu berkurang. Haha

Karena itu semua, aku bisa belajar dari itu semua. Ya, semoga kamu bisa merasakan hal yang sama. Sekarang ini, aku bisa lebih menghargai waktu daripada dimasa lalu. Lima belas menit, itu sudah terasa banget berharganya. Lima belas menit, bisa buat ngerjakan tugas, bisa buat mandi dan lainnya. Apalagi buat cewek, lebih bisa multitalent kan. Makannya, ini juga penting banget dengan siapa kamu berteman, karena kalau berteman dengan orang males ya jadinya males juga. Bener nggak sih?

Yup, buat apa kamu kuliah?

Agar kamu bisa menghargai waktu.

Semoga, lulus wisuda tepat waktu di tahun 2022. Aamiin.



kharisma dalam mengerjakan tugas