Senin, 20 April 2020

Kamu Bisa Belajar Dari Drama Korea “Itaewon Class”

Ada yang sudah selesai nonton belum? Menurut kalian gimana, bagus nggak?

Itaewon Class adalah salah satu drakor yang diangkat dari webtoon yang dimana menceritakan persaingan serta perjuangan Park Sae royi dan teman – temannya untuk mewujudkan mimpi mereka membangun Danbam.

Menurutku pribadi, drama ini cocok banget buat anak muda. Ada banyak sekali hal – hal yang bisa diambil dari drama korea ini.


1. Harus memiliki prinsip
Seperti Perusahaan Jangga, dalam hidup kita harus memiliki prinsip hidup. Prinsip Hidup juga diibaratkan yang memberikan arah kemana arah kaki kita melangkah. Selain itu dengan prinsip hidup kita memiliki ketegasan dan tak mudah terombang – ambing.

2. Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Awal mula Kedai Danbam adalah sebuah kedai yang sepi pengunjung. Hingga Jo Yi Seo muncul dan bergabung dengan Danbam. Bisa dilihat, bahwa kerja kerasa saja tidaklah cukup. Tetapi juga diperlukan kerj cerdas dimana banyak sekali peluang – peluang yang bisa kita ambil dan kita pelajari. 
3. Menghargai orang lain
Park Sae royi mewujudkan mimpinya tidak sendiri tetapi juga dibantu dengan orang – orang disekitarnya. Yups. Perlu kita ketahui kesuksesan yang kita raih nantinya tidak serta merta hasil dari diri sendiri. Pasti ada campur tangan orang lain.
Maka, jangan pernah meremehkan orang lain. Karena bisa jadi merekalah yang akan membantu mewujudkan mimpi kita. Iya kan?


Menurut kalian gimana guys, setuju nggak?

Rabu, 08 April 2020

Cinta Bisa Diperjuangkan, Tapi Cinta Tak Harus Dimiliki


Jatuh dan bangun cinta itu memang indah, bahkan kita tanpa sadar berjuang mati – matian untuknya. Cinta itu memang perlu bukti, bukan hanya janji – janji. Hanya saja, kadang kala diseparuh jalan tiba – tiba kandas. Runtuh. Semua seakan hitam kelabu. Tak ada lagi sinar di mata indahmu. Setiap dari kita pasti pernah merasakan patah hati. Termasuk diriku. But, It is okay. The past there is the past. Toh, pada akhirnya seiring berjalannya waktu akan ada masanya kita akan siap membuka hati untuk seseorang yang baru.

Patah hati membuat kita perlu waktu untuk berpikir. Karena kadang kala cinta membuatmu buta. Jangan berlarut – larut dalam kesedihan. Mintalah teman, sahabat, atau bahkan keluarga dekatmu untuk menemani karena pada kenyataanya kau tak sendiri di dunia ini. Bisa jadi selama ini mereka telah lalai dari perhatian kita karena si dia. Inilah saatnya untuk merekatkan kembali ikatan.

Berjalanlah, keluar dari kamar. Nikmati kesendirian tidak masalah bukan? Walaupun sekedar jalan – jalan membeli makanan kesukaan. Dari sini kita sadar, kita masih dapat melakukan hal – hal lainnya walaupun tanpa si dia. Sekaligus semakin banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk mencoba sesuatu yang baru. Misalnya masak resep baru, berkebun minimalis, belajar desain, vlog, nulis dan sebagainya. Tentu saja lebih berguna daripada menggalau sepanjang hari bukan?


Sebagai seorang wanita, memang kadangkala kitalah yang paling dirugikan dalam masalah patah hati. Bagaimana tidak, Tuhan memang menciptakan kita dengan hati (perasaan) yang lebih. Karena itu wanita membutuhkan proses lebih lama agar bisa memaafkan dan mengikhlaskan. Tak apa, semua perlu waktu. Karena pada akhirnya cinta tak selamanya harus dimiliki. 

Kamis, 02 April 2020

3 Hal Yang Bisa Dilakukan Dari Rumah


“Jangan pernah sia – siakan krisis yang serius. Krisis menyediakan kesempatan bagi kita untuk melakukan hal – hal yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya”Rahm Emanuel.

Memasuki pekan  ketiga dalam masa karantina, setiap hari hanya tidur makan, tidur lagi makan lagi. Kebanyakan dari kita bisa jadi melakukan hal yang sama. Tak heran, pelan tapi pasti timbangan akan terus naik. Hahaha *peace*. Benar sekali bahwa kita bisa dibilang sedang memasuki masa krisis. Dilarang nongkrong di cafe, mengurangi keluar rumah, mengerjakan tugas setiap hari dan akhirnya bosan pun melanda. Tidak banyak kegiatan yang bisa kita lakukan. Semoga wabah pandemi ini segera beakhir...

Bagaimanapun juga sebenarnya ada hal – hal baik yang bisa kita ambil dari hal ini. Di balik musibah ada hikmah. Begitu kan katanya. Salah satunya adalah kita dapat melakukan hal – hal baru yang tidak bisa kita lakukan selama ini akibat sibuknya kegiatan. Bahkan di sosial media sendiri banyak yang nyetatus hasil masakan dan sebagainya.

Sebagai orang yang selama ini dikenal  dengan keproduktifannya *cmiaw* maka kali ini aku mau berbagi apa saja hal – hal yang bisa kita lakukan di rumah agar tidak bosan selama masa karantina ini

Let’s see...

1. Bantu ibu masak di dapur

Selama ini mungkin kita malas untuk turun ke dapur dan lebih memilih untuk membeli nasi bungkus ataupun pesan melalui ojek online. Sekarang saatnya unjuk gigi turun ke dapur. Banyak sekali menu – menu masakan yang bertebaran di internet. Dari yang menu mudah sampai susah pun tersedia. Bisa jadi dengan ini kamu menemukan minat baru dan menjadi ladang cuan.

2. Try some indoor gardening

Di rumah orang tua ada lahan kosong? Atau punya banyak botol - botol bekas? Yuk saatnya berkebun. Nggak perlu ribet. Cukup kumpulkan biji – bijian atau bisa juga beli di toko yang memang menyediakan. Sebar dan jangan lupa dirawat setiap hari.  

3. Belajar desain

Perlu sekali bagi kita untuk mempelajari hal – hal baru. Apalagi di jaman sosial media sekarang ini dimana konten merupakan hal yang wajib untuk di share kepada konsumen. Maka selagi banyak waktu luang tidak ada salahnya bukan untuk mencoba belajar desain yang menarik?


Yups.
                                                                                                          
Tiga kegiatan di atas adalah hal – hal yang selama ini aku pribadi juga melakukannya di rumah (selain makan dan tidur ya). Hehehe. Selain itu jangan lupa terus upgrade ilmu dengan membaca buku dan memperbanyak ibadah. 

Selamat berproduktif ^^

Selasa, 24 Maret 2020

Coronavirus, Makes You Nonsense


Beberapa tahun lagi, mungkin sejarah akan menuliskan bahwa di dunia, termasuk negara kita tercinta, Indonesia pernah mengalami wabah yang cukup serius. Banyak kalangan yang dibuat kalang kabut. Baik itu pemerintah, para tenaga kesehatan, para pelaku ekonomi, hingga masyarakat. Bisa dibilang kondisi yang terjadi tidak sedang baik - baik saja. Beberapa barang yang semakin langka, harga yang semakin naik, pasar yang tidak stabil dan sebagainya. Kita dibuat panik karena wabah ini. Termasuk aku pribadi. Jujur saja, kepala terasa penuh oleh pikiran - pikiran. Ditambah lagi kelakuan - kelakuan konyol dari beberapa orang yang membuat kita geleng - geleng kepala. Hhh...

Kenyataannya memang benar bahwa jika sedang panik, pikiran tidak bisa jernih untuk berpikir secara realistis. Bahkan ketika ada salah satu teman batuk karena tersedak sudah dikatain macam – macam. Tidak hanya itu, segala jenis berita diterima. Baik itu berita di status ataupun sebaran broadcast di grup whatsapp. Padahal bisa saja itu hoax. Contohnya? Wih, banyak! Dari yang berita “Makan bawang putih bisa menyembuhkan penyakit dalam satu malam” sampai “Minum Bayclin Menghindarkan Diri dari Virus”. Logis? YA TENTU SAJA TIDAK! *maap ngegas

Lanjut, kelakuan  para manusia pecinta cuan yang mborong kebutuhan yang sebenarnya tidak perlu, bahkan sampai menimbun. Terutama kebutuhan untuk para dokter atau petugas kesehatan lainnya. Jujur saja, sangat miris sekali melihat beberapa dokter atau para petugas kesehatan yang memakai APD yang ala kadarnya. Di rumah, mama pun juga cerita hal yang serupa, bahwa masker, handsanitizer dan lainnya di tempat beliau bekerja sudah berkurang. Padahal harus berada di lingkungan yang dimana banyak pasien. Semakin khawatir…

Berasa kesel banget (sampai ingin nabok satu - satu gitu rasanya ) buat yang ngaku seleb jamban sosmed yang dengan mudahnya buang - buang handsinitizer ataupun pakai sarung tangan gloves hanya dipakai untuk belanja ke mall. 

Hal lainnya yang membuat ku geleng - geleng kepala banyak manusia borong berbagai jenis obat dan suplemen 'penangkal' sampai stok di beberapa tempat habis. Padahal harga obat dan suplemen itu bisa dibilang tidak murah. Aku pribadi tidak meremehkan produk – produk tersebut (karena aku pun masih mengonsumsi di saat kondisi tertentu), hanya saja ada hal yang membuatku berpikir. Orang Indonesia ini sangat suka sekali jajan, dari yang jajan cilok sampai jajan martabak di pinggir jalan. Apakah hal itu efektif? Bukankah yang pertama perlu ditata ulang untuk menjaga kesehatan adalah konsumsi makanan yang sehat dan bersih? Pasti udah pernah belajar kan berbagai vitamin yang ada di dalam sayuran dan buah. Hayooo... 

Jangan sampai kamu over obat ataupun suplemen. Salah - salah nanti seperti kasus yang terjadi di Nigeria akibat sembarangan minum obat. 

Kita perlu tahu bahwa pemeritah dan para ahli sudah menyarankan hal – hal yang terbaik untuk kita semua. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, tetap berada di rumah, menghindar dari keramaian, membersihkan lingkungan dengan rutin dan sebagainya.


jangan lupa cuci tangan!

Pilihan kita saja yang mau nurut atau tidak. Toh kita sudah dewasa, bisa memilih mau menjadi ‘penyakit’ bagi lingkungan sekitar atau pembawa kebaikan dan manfaat bagi banyak orang.

Oh iya, jangan lupa tetap berpikir jernih dan berpikir tenang.