Rabu, 17 Januari 2018

Dibalik Sebuah Pelukan



Pagi datang ketika ingin berangkat sekolah, sudah berpelukan dengan orang tua?

Atau ketika berangkat kerja, sudah memeluk istri tercinta?

Atau memeluk anak – anak dengan hangat dan sayang?

Siang terik, sudah memeluk sahabat – sahabat kita?

Atau para karyawan yang dimiliki?

Atau orang – orang disekeliling?

Malam menjelang,

Yuk kembali memberikan pelukan.

Ke orang tua, anak, istri, suami.

Apa pentingnya dari sebuah pelukan?

Pelukan merupakan salah satu bentuk ekspresi. Ekspresi cinta, ekspresi sayang, ekspresi bahagia, 
ekspresi peduli, ekspresi saling menguatkan, ekspresi untuk memberi ketenangan,

Ekspresi “aku ada untukmu”

Eskpresi “kita menanggung ini bersama – sama ya”

Banyak, banyak sekali manfaat dari sebuah pelukan. Bahkan untuk awet muda bisa ditempuh dengan 
cara memberi pelukan.

Perlu dicoba bukan?


Tapi, ingat. Jangan sembarangan memberi pelukan (apalagi yang bukan mahromnya). 

Selasa, 16 Januari 2018

Untuk Perempuan yang Memeluk Luka

Untuk semua perempuan,

Yang memeluk dirinya dengan luka.

Seringkali habis masa,

Untuk bertahan terhadapnya.

Bagaimana jika,

Kita maafkan satu persatu,

Luka yang  semakin menganga.

Agar tak semakin dalam,

Luka – luka yang tertanam.

Ku tahu,

Itu sangat berat.

Atau bahkan tidak mungkin?

Jangan.

Jangan menjadi jiwa – jiwa yang keras.

Maafkanlah luka – luka.

Mari peluk ia,

Bersama – sama.

Agar tak hanya dirimu saja yang memeluk luka.




Sabtu, 13 Januari 2018

Tips Mudah Mengafal Al - Quran Untuk Mahasiswa Sibuk

"Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga diantara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rosulullah?", Rasul menjawab, "Para ahli Al - Quran. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya"
(HR Ahmad)

Mahasiswa masih bisa menghafal Quran? D E M I A P A?

Eh, santai, santai. Menghafal Quran itu nggak ada kekhususan buat siapapun, karena Al – Quran diturunkan oleh untuk manusia sebagai petunjuk kehidupan dan peneduh jiwa. Subhanallah. Tapi kan, mahasiswa sibuk banget? Lalu kalo sibuk, apa nggak ada waktu untuk menghafal Quran? Kalau mau berbuat baik jangan setengah – setengah, deh. YAKIN!

Pengalaman ini berdasarkan pengalaman pribadi di salah satu pondok Tahfidz Quran di Jawa Timur. Nah, dari pondok inilah akhirnya aku bertemu dengan manusia – manusia keren. Mereka keren bukan karena beken di sosial media, suka ngevlog sana sini, pamer kekayaan ataupun sebagainya. Mereka keren BANGET karena ditengah sibuknya kampus masih tetap bisa menghafal Quran. Walaupun ada beberapa santri yang keadaannya kurang. Yaps, kurang baik dari segi ekonomi ataupun orang tuanya yang sudah meninggal. Sedih? Iya. Tapi dengan keadaan mereka yang seperti itu mereka tetap bisa untuk menghafal Quran. Demi apa? Demi cita – cita agar bisa menjadi keluarga Allah di surga. Aamiin.  

Mereka adalah cahaya di kegelapan dunia, mereka adalah mutiara ditengah – tengah kotornya jaman, mereka adalah harapan masa depan, mereka adalah calon mujahid – mujahidah yang akan memimpin perjuangan islam. Indah.

Mahasiswa bisa mengahafal Quran? BISA!

Nah, semoga beberapa tips dibawah ini bisa membantu teman – teman semua

1. Niat
Selalu menjaga niat untuk menghafal Quran. Artinya menghafal Quran karena Allah, bukan karena ingin tenar, ingin dapat jodoh penghafal Quran, pingin dielu – elu masyarakat atau niat niat yang kurang lurus lainnya. Hindari niat yang kurang benar karena menghafal Quran itu susah – susah mudah.  Butuh perjuangan yang panjang dan pentingnya niat ini adalah disaat susah melanda dan ada keinginan untuk berhenti, coba ingat lagi niat diawal.

2. Waktu maksimal
Dari 24 jam sehari, pasti ada waktu dimana pikiran masih segar bukan? Biasanya di waktu sepertiga malam, setelah sholat, ataupun ketika senggang. Nah, manfaatkan waktu – waktu ini untuk menghafal. Perlu dicatat juga, misal dalam waktu 15 menit bisa menghafal tiga ayat, ya berarti harus fokus untuk Quran. Silent atau power off handphone, sembunyikan sementara tugas – tugas kuliah, hindari hangout diwaktu – waktu maksimal. FOKUS FOKUS FOKUS!

3. Target
Penting banget untuk membuat target. Target harian, bulanan, atau tahunan. Misal sehari minimal tiga ayat, sebulan dapat tiga halaman, setahun lima lembar. Dari target inilah, kamu bisa konsisten untuk tetap menghafal.

4. Gabung dalam lingkaran
Maksudnya adalah lingkaran para penghafal Quran, hal ini bisa menambah semangat kamu untuk mengahafal Quran. Ajak mahasiswa – mahasiswa yang memiliki impian sama untuk menjadi keluarga Allah. Ketika gabung dalam lingkaran para huffadz inilah ada keuntungan yang lainnya, yaitu saling mengingatkan ketika rasa malas datang. Buat kamu yang masih bingung untuk gabung dilingkaran mana, bisa daftar ke bit.ly/HafalQuranYUK dan ajak juga kawan – kawan kamu (khusus akhwat ya).

Dan yang terakhir, yang paling harus diingat adalah menghafal Quran tidak ada kata BERHENTI. Karena ayat – ayat Al – Quran itu mudah sekali hilang, mudah sekali lepas. Oleh sebab itu penting untuk selalu memurojaah atau mengulang ayat yang sudah dihafal. Sampai kapan? Sampai maut itu datang.

Semoga Al – Quran bisa menjadi syafaat diakhirat nanti. Aamiin.


Rabu, 10 Januari 2018

Kenangan Bersama Hujan

“Orang bilang, satu persen dari hujan adalah air, lalu sisanya kenangan.” Seorang perempuan muda bergumam.

“Lucu” sahut salah satu pria yang tak jauh darinya

“Kok malah lucu, Mas?” tanyanya penasaran.

“Orang yang berkata seperti itu terlalu sok bilang ada kenangan dengan hujan.”

Perempuan itu semakin tak paham.

“Orang yang mengatakan seperti itu kemungkinan dia sok – sokan punya kenangan dengan hujan. Padahal kenangan dia dengan hujan belum tentu indah. Kalau kenangan lupa bawa mantel nunggu hujan reda, seperti kita ini memangnya menyenangkan?”

“Hahaha, benar juga kamu, Mas” dia tertawa mendengar kelakar pria itu.

Terdiam. Bingung memulai percakapan.

“Mas, sudah punya pacar?”

“Tidak.”

“Mengapa, Mas?”

“Karena saya punya kenangan yang buruk bersamanya, di waktu hujan”

“Apa yang terjadi?”

“Dia meninggal ketika pulang dari puncak akibat jalanan licin”

Perempuan itu menghela nafas. Merasa kasihan.

“Tapi, aku tidak pernah membenci hujan”

“Oh, ya?”

“Karena hujan, aku bisa bertemu dengan orang – orang baru.”

“Mas senang bertemu dan berbincang denganku?”

“Tentu”

Pria itu tersenyum. Tampan.

“Berarti benar bukan, jika hujan satu persen air sisanya adalah kenangan.”

“Ya, bisa jadi. Karena hujan, kenanganku bertambah satu hari ini. Bertemu dengan wanita cantik sepertimu”

Yang dipuji malu, pipi merah bersemu. 

Selasa, 09 Januari 2018

Percakapan Dalam Telepon


“Halo, Abang"

“Abang apa kabar?”

“Baik – baik sajakah disana?”

“Lekaslah pulang, agar kita bisa melepas rindu yang tak bisa hilang”

“Abang”

“Seandainya abang tau”

“Selalu berat jauh dari mu, abang”

“Tapi, diri ini tak bisa egois untuk mengekangmu agar tetap disisi”

“Abang”

“Adik rela bang”

“Demi impian”

“Demi cita”

“Dan juga cinta”

“Adik sayang abang”

Jawaban dari si Abang.

“Adik sayang”

“Kabar abang disini selalu baik”

“Terima kasih adik”

“Terima kasih, telah mengerti abang selama ini”

“Dan abang berjanji akan lekas pulang”

“Agar tak ada lagi kerinduan yang terbentang"

Telepon ditutup.

Senin, 08 Januari 2018

Ibadah adalah Kesehariannya

Dan apa yang ada dipikiran kita jika mendengar kata “pemuda”?

Manusia bebas.

Pinginnya selalu mencoba hal baru.

Dan penuh kreativitas.

Benar sekali teman, sungguh. Pemuda hari ini adalah pemuda yang penuh kebebasan, yang selalu ingin mencoba hal baru sehingga penuh kreativitas pada dirinya. Tapi, kita sebagai pemuda muslim jangan lupakan satu hal, bahwa kita adalah hamba Allah. Karena Allah -lah kita ada didunia ini dan padaNya pula kita kembali. Tentu kita sering mempelajari tentang rukun iman, yang bahkan dipelajari dari jaman Sekolah Dasar. Iman yang artinya diucapkan dengan lisan, diyakini dengan hati dan dibuktikan dengan amal. Teman, kita barangkali sudah terbiasa dengan menyakini rukun iman, tapi sudahkah amal kita lakukan dengan baik?

Pemuda, dengan segala energi kebebasannya sering kali lalai dan terlena dengan hal itu. Menganggap bahwa kehidupan ini hanya untuk senang – senang dan sebuah permainan. Pencarian jati diri yang sering kali membuat segalanya menjadi membingungkan dan membuat penat. Maka sebab itu teman, kita jangan lupa dengan satu hal, bahwa kita adalah seorang hamba. Hamba Allah yang Maha Kuasa. Sadarlah, bahwa kita tak ada apa – apanya tanpa diriNya. Kita adalah manusia yang lemah tanpa bergantung padaNya. Karena sesungguhnya hamba itu akan dihisab dan ditanya tentang umurnya dalam hal apa dihabiskan dan tentang masa mudanya dalam hal apa ia gunakan.


Pemuda, dengan segala energi yang masih melekat kuat dibadan, seharusnya justru lebih rajin untuk beribadah kepada Allah. Manusia dengan usia lanjut yang rajin beribadah itu sudah biasa, tetapi manusia dengan usia yang masih muda tetapi rajin ibadah itu luar biasa. Alangkah luar biasa, jika masjid – masjid yang biasanya hanya terisi orang yang sudah lanjut usia, kini juga penuh dengan para pemuda sholeh yang meramaikan. Alangkah nikmat, jika suara adzan bukan hanya suara kakek – kakek tua tetapi juga menggema suara indah nan merdu dari lisan pemuda sholeh. Alangkah sejuk, jika biasanya selesai sholat berjamaah para jamaah langsung pulang ke rumah, kini ada yang duduk melingkar dan mengaji Al – Quran bersama. Begitu pula kebebasan yang didapat oleh pemuda jika dirinya ingat bahwa segala aktivitas yang dilakukan selalu diawasi oleh Allah, maka dirinya memiliki “rem” ketika akan bertindak.