“Orang
bilang, satu persen dari hujan adalah air, lalu sisanya kenangan.” Seorang
perempuan muda bergumam.
“Lucu” sahut salah satu pria yang
tak jauh darinya
“Kok malah lucu, Mas?” tanyanya
penasaran.
“Orang yang berkata seperti itu
terlalu sok bilang ada kenangan dengan hujan.”
Perempuan itu semakin tak paham.
“Orang yang mengatakan seperti itu
kemungkinan dia sok – sokan punya kenangan dengan hujan. Padahal kenangan dia
dengan hujan belum tentu indah. Kalau kenangan lupa bawa mantel nunggu hujan
reda, seperti kita ini memangnya menyenangkan?”
“Hahaha, benar juga kamu, Mas” dia
tertawa mendengar kelakar pria itu.
Terdiam. Bingung memulai percakapan.
“Mas, sudah punya pacar?”
“Tidak.”
“Mengapa, Mas?”
“Karena saya punya kenangan yang
buruk bersamanya, di waktu hujan”
“Apa yang terjadi?”
“Dia meninggal ketika pulang dari
puncak akibat jalanan licin”
Perempuan itu menghela nafas. Merasa
kasihan.
“Tapi, aku tidak pernah membenci
hujan”
“Oh, ya?”
“Karena hujan, aku bisa bertemu
dengan orang – orang baru.”
“Mas senang bertemu dan berbincang
denganku?”
“Tentu”
Pria itu tersenyum. Tampan.
“Berarti benar bukan, jika hujan
satu persen air sisanya adalah kenangan.”
“Ya, bisa jadi. Karena hujan,
kenanganku bertambah satu hari ini. Bertemu dengan wanita cantik sepertimu”
Yang dipuji malu, pipi merah
bersemu.

hmm baper
BalasHapus