Selasa, 27 November 2018

Halo Masa Depan


Halo masa depan, ini aku yang sekarang

Kadang aku ragu terhadapmu. Kadang pula aku juga takut.

Tetapi aku lebih sering tidak sabar untuk segera bertemu.

Banyak orang yang bilang padaku, bahwa kamu adalah wujud dari apa yang aku kerjakan sekarang.

Benarkah?

Benar.

Karena apa yang kamu dapatkan dari apa yang kamu usahakan.

Begitu katanya.

Halo masa depan

Keinginanku sekarang bukan menjadi seseorang yang harus dikenal banyak orang

Ataupun menjadi pahlawan bagi orang – orang

Bukan. Tentu saja bukan.

Keinginanku sekarang hanyalah aku ingin bahagia

Walau kadangkala ada tangis dan luka

Dan aku ingin berguna untuk sesama

Halo masa depan

Semoga mimpiku

Keinginanku

Bisa terwujud

Selalu



Kamis, 22 November 2018

Kuliah Untuk Apa? #2


Halo halo, kembali lagi ketemu pembahasan yang satu ini. KU – LI – AH. Sebenarnya sudah sejak lama sih, orang tua selalu berkata” Jangan jadikan sekolah untuk tujuan mencari uang”. Termasuk juga kuliah. Banyak yang terjebak ingin masuk ke jurusan terentu karena kerjanya dimasa depan yang katanya menjanjikan. Padahal nggak selamanya seperti itu, kan. Kenyataan nggak sesuai, katanya. Ya memang, kenyataan nggak sesuai. Banyak yang dari jurusan ini akhirnya nyimpang ke pekerjaan jadi guru. Ada yang jurusan begitu malah jadi pembisnis.

Lah, jadi harus gimana?

Mamaku pernah ngasih nasihat waktu itu

“Kuliah itu jangan dijadikan untuk mencari uang, tapi untuk meningkatkan kualitas diri kamu, cara berpikir kamu dan ngasih manfaat yang banyak buat diri kamu dan orang – orang sekitar. Kalo kuliah cuma ngasih uang, banyak lulusan SMA yang bisa nyari uang.” 







Kamis, 15 November 2018

Menunggu


Aku sudah bosan menunggu

Menunggu kabar yang harus ku tanyakan terlebih dahulu

Menunggu balasan pesan setiap waktu

Menunggu kepastianmu

Aku lelah menunggu

Karena cerita – cerita sudah berlalu

Sementara, adakah aku dimasa depanmu?




Selasa, 06 November 2018

Q n A #2 "Rencana - Rencana"


Q : "Halo, kakak. Kita kembali lagi. Akhirnya ketemu setelah beberapa bulan nggak ngobrol bareng."

A : "Iya, ya. Udah berapa bulan sih?"

Q : "Sejak bulan Agustus, kayaknya."

A : "Oh iya, ya. Semenjak kamu berangkat kuliah"

Q : "Iya. Gimana kabar, kak? Gimana kabar dengan dia?"

A : "Baik. dia? Dia siapa emang? Haha"

Q : "Dia yang nun jauh disana"

A : "Hmm..."

Q : "Gimana? Gimana? Kapan mau nyusul nikah?"

A : "Belum, masih lama"

Q : "Jangan lama – lama dong, kak."

A : "Nunggu selesai kuliah."

Q : "Terus? Dia nunggu kakak lulus kuliah, gitu?"

A : "kata dia, iya. Tapi aku pernah bilang ke dia"

Q : "Bilang apa memangnya, kak?"

A : "Kita punya rencana masing – masing, aku punya rencana, kamu punya rencana. Tapi dibalik itu semua ada yang Maha Memutuskan."

Q : "Terus?"

A : "Nggak ada. Ya jalani saja dulu yang ada sekarang. Karena kita memang nggak tahu kan takdir apa yang sudah dituliskanNya"

Q : "Semoga didekatkan atau dipisahkan dan diberi pilihan yang terbaik dariNya"

A : "Aamiin. Semoga"