Beberapa tahun lagi, mungkin
sejarah akan menuliskan bahwa di dunia, termasuk negara kita tercinta,
Indonesia pernah mengalami wabah yang cukup serius. Banyak kalangan yang dibuat
kalang kabut. Baik itu pemerintah, para tenaga kesehatan, para pelaku ekonomi,
hingga masyarakat. Bisa dibilang kondisi yang terjadi tidak sedang baik - baik
saja. Beberapa barang yang semakin langka, harga yang semakin naik, pasar yang
tidak stabil dan sebagainya. Kita dibuat panik karena wabah ini. Termasuk aku
pribadi. Jujur saja, kepala terasa penuh oleh pikiran - pikiran. Ditambah lagi
kelakuan - kelakuan konyol dari beberapa orang yang membuat kita geleng -
geleng kepala. Hhh...
Kenyataannya memang benar bahwa jika sedang panik,
pikiran tidak bisa jernih untuk berpikir secara realistis. Bahkan ketika ada salah satu teman
batuk karena tersedak sudah dikatain
macam – macam. Tidak hanya itu, segala jenis berita diterima. Baik itu berita
di status ataupun sebaran broadcast di grup whatsapp. Padahal bisa saja itu
hoax. Contohnya? Wih, banyak! Dari yang berita “Makan bawang putih bisa
menyembuhkan penyakit dalam satu malam” sampai “Minum Bayclin Menghindarkan
Diri dari Virus”. Logis? YA TENTU SAJA TIDAK! *maap ngegas
Lanjut, kelakuan para manusia pecinta cuan yang mborong kebutuhan yang sebenarnya tidak perlu, bahkan sampai menimbun. Terutama kebutuhan untuk para dokter atau
petugas kesehatan lainnya. Jujur saja, sangat miris sekali melihat beberapa dokter
atau para petugas kesehatan yang memakai APD yang ala kadarnya. Di rumah, mama
pun juga cerita hal yang serupa, bahwa masker, handsanitizer dan lainnya di tempat beliau bekerja sudah berkurang.
Padahal harus berada di lingkungan yang dimana banyak pasien. Semakin khawatir…
Berasa kesel banget (sampai ingin nabok satu - satu gitu rasanya ) buat yang ngaku selebjamban sosmed yang dengan mudahnya buang - buang handsinitizer ataupun pakai sarung tangan gloves hanya dipakai untuk belanja ke mall.
Berasa kesel banget (sampai ingin nabok satu - satu gitu rasanya ) buat yang ngaku seleb
Hal lainnya yang membuat ku geleng - geleng kepala banyak manusia borong berbagai jenis obat dan suplemen 'penangkal' sampai stok di beberapa tempat habis. Padahal harga obat dan suplemen itu bisa dibilang tidak murah. Aku
pribadi tidak meremehkan produk – produk tersebut (karena aku pun masih mengonsumsi di saat kondisi tertentu), hanya saja ada hal yang membuatku
berpikir. Orang Indonesia ini sangat suka
sekali jajan, dari yang jajan cilok sampai jajan martabak di pinggir jalan.
Apakah hal itu efektif? Bukankah yang pertama perlu ditata ulang untuk
menjaga kesehatan adalah konsumsi makanan yang sehat dan bersih? Pasti udah pernah belajar kan berbagai vitamin yang ada di dalam sayuran dan buah. Hayooo...
Jangan sampai kamu over obat ataupun suplemen. Salah - salah nanti seperti kasus yang terjadi di Nigeria akibat sembarangan minum obat.
Jangan sampai kamu over obat ataupun suplemen. Salah - salah nanti seperti kasus yang terjadi di Nigeria akibat sembarangan minum obat.
Kita perlu tahu bahwa pemeritah dan
para ahli sudah menyarankan hal – hal yang terbaik untuk kita semua. Cuci
tangan dengan air mengalir dan sabun, tetap berada di rumah, menghindar dari
keramaian, membersihkan lingkungan dengan rutin dan sebagainya.
jangan lupa cuci tangan!
Oh iya, jangan lupa tetap berpikir jernih dan berpikir tenang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar