Selasa, 24 Maret 2020

Coronavirus, Makes You Nonsense


Beberapa tahun lagi, mungkin sejarah akan menuliskan bahwa di dunia, termasuk negara kita tercinta, Indonesia pernah mengalami wabah yang cukup serius. Banyak kalangan yang dibuat kalang kabut. Baik itu pemerintah, para tenaga kesehatan, para pelaku ekonomi, hingga masyarakat. Bisa dibilang kondisi yang terjadi tidak sedang baik - baik saja. Beberapa barang yang semakin langka, harga yang semakin naik, pasar yang tidak stabil dan sebagainya. Kita dibuat panik karena wabah ini. Termasuk aku pribadi. Jujur saja, kepala terasa penuh oleh pikiran - pikiran. Ditambah lagi kelakuan - kelakuan konyol dari beberapa orang yang membuat kita geleng - geleng kepala. Hhh...

Kenyataannya memang benar bahwa jika sedang panik, pikiran tidak bisa jernih untuk berpikir secara realistis. Bahkan ketika ada salah satu teman batuk karena tersedak sudah dikatain macam – macam. Tidak hanya itu, segala jenis berita diterima. Baik itu berita di status ataupun sebaran broadcast di grup whatsapp. Padahal bisa saja itu hoax. Contohnya? Wih, banyak! Dari yang berita “Makan bawang putih bisa menyembuhkan penyakit dalam satu malam” sampai “Minum Bayclin Menghindarkan Diri dari Virus”. Logis? YA TENTU SAJA TIDAK! *maap ngegas

Lanjut, kelakuan  para manusia pecinta cuan yang mborong kebutuhan yang sebenarnya tidak perlu, bahkan sampai menimbun. Terutama kebutuhan untuk para dokter atau petugas kesehatan lainnya. Jujur saja, sangat miris sekali melihat beberapa dokter atau para petugas kesehatan yang memakai APD yang ala kadarnya. Di rumah, mama pun juga cerita hal yang serupa, bahwa masker, handsanitizer dan lainnya di tempat beliau bekerja sudah berkurang. Padahal harus berada di lingkungan yang dimana banyak pasien. Semakin khawatir…

Berasa kesel banget (sampai ingin nabok satu - satu gitu rasanya ) buat yang ngaku seleb jamban sosmed yang dengan mudahnya buang - buang handsinitizer ataupun pakai sarung tangan gloves hanya dipakai untuk belanja ke mall. 

Hal lainnya yang membuat ku geleng - geleng kepala banyak manusia borong berbagai jenis obat dan suplemen 'penangkal' sampai stok di beberapa tempat habis. Padahal harga obat dan suplemen itu bisa dibilang tidak murah. Aku pribadi tidak meremehkan produk – produk tersebut (karena aku pun masih mengonsumsi di saat kondisi tertentu), hanya saja ada hal yang membuatku berpikir. Orang Indonesia ini sangat suka sekali jajan, dari yang jajan cilok sampai jajan martabak di pinggir jalan. Apakah hal itu efektif? Bukankah yang pertama perlu ditata ulang untuk menjaga kesehatan adalah konsumsi makanan yang sehat dan bersih? Pasti udah pernah belajar kan berbagai vitamin yang ada di dalam sayuran dan buah. Hayooo... 

Jangan sampai kamu over obat ataupun suplemen. Salah - salah nanti seperti kasus yang terjadi di Nigeria akibat sembarangan minum obat. 

Kita perlu tahu bahwa pemeritah dan para ahli sudah menyarankan hal – hal yang terbaik untuk kita semua. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, tetap berada di rumah, menghindar dari keramaian, membersihkan lingkungan dengan rutin dan sebagainya.


jangan lupa cuci tangan!

Pilihan kita saja yang mau nurut atau tidak. Toh kita sudah dewasa, bisa memilih mau menjadi ‘penyakit’ bagi lingkungan sekitar atau pembawa kebaikan dan manfaat bagi banyak orang.

Oh iya, jangan lupa tetap berpikir jernih dan berpikir tenang. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar