Rabu, 08 April 2020

Cinta Bisa Diperjuangkan, Tapi Cinta Tak Harus Dimiliki


Jatuh dan bangun cinta itu memang indah, bahkan kita tanpa sadar berjuang mati – matian untuknya. Cinta itu memang perlu bukti, bukan hanya janji – janji. Hanya saja, kadang kala diseparuh jalan tiba – tiba kandas. Runtuh. Semua seakan hitam kelabu. Tak ada lagi sinar di mata indahmu. Setiap dari kita pasti pernah merasakan patah hati. Termasuk diriku. But, It is okay. The past there is the past. Toh, pada akhirnya seiring berjalannya waktu akan ada masanya kita akan siap membuka hati untuk seseorang yang baru.

Patah hati membuat kita perlu waktu untuk berpikir. Karena kadang kala cinta membuatmu buta. Jangan berlarut – larut dalam kesedihan. Mintalah teman, sahabat, atau bahkan keluarga dekatmu untuk menemani karena pada kenyataanya kau tak sendiri di dunia ini. Bisa jadi selama ini mereka telah lalai dari perhatian kita karena si dia. Inilah saatnya untuk merekatkan kembali ikatan.

Berjalanlah, keluar dari kamar. Nikmati kesendirian tidak masalah bukan? Walaupun sekedar jalan – jalan membeli makanan kesukaan. Dari sini kita sadar, kita masih dapat melakukan hal – hal lainnya walaupun tanpa si dia. Sekaligus semakin banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk mencoba sesuatu yang baru. Misalnya masak resep baru, berkebun minimalis, belajar desain, vlog, nulis dan sebagainya. Tentu saja lebih berguna daripada menggalau sepanjang hari bukan?


Sebagai seorang wanita, memang kadangkala kitalah yang paling dirugikan dalam masalah patah hati. Bagaimana tidak, Tuhan memang menciptakan kita dengan hati (perasaan) yang lebih. Karena itu wanita membutuhkan proses lebih lama agar bisa memaafkan dan mengikhlaskan. Tak apa, semua perlu waktu. Karena pada akhirnya cinta tak selamanya harus dimiliki. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar