Jatuh dan bangun cinta itu memang indah, bahkan kita tanpa
sadar berjuang mati – matian untuknya. Cinta itu memang perlu bukti, bukan
hanya janji – janji. Hanya saja, kadang kala diseparuh jalan tiba – tiba kandas.
Runtuh. Semua seakan hitam kelabu. Tak ada lagi sinar di mata indahmu. Setiap
dari kita pasti pernah merasakan patah hati. Termasuk diriku. But, It is okay.
The past there is the past. Toh, pada akhirnya seiring berjalannya waktu akan
ada masanya kita akan siap membuka hati untuk seseorang yang baru.
Patah hati membuat kita perlu waktu untuk berpikir. Karena
kadang kala cinta membuatmu buta. Jangan berlarut – larut dalam kesedihan.
Mintalah teman, sahabat, atau bahkan keluarga dekatmu untuk menemani karena
pada kenyataanya kau tak sendiri di dunia ini. Bisa jadi selama ini mereka
telah lalai dari perhatian kita karena si dia. Inilah saatnya untuk merekatkan
kembali ikatan.
Berjalanlah, keluar dari kamar. Nikmati kesendirian tidak
masalah bukan? Walaupun sekedar jalan – jalan membeli makanan kesukaan. Dari
sini kita sadar, kita masih dapat melakukan hal – hal lainnya walaupun tanpa si
dia. Sekaligus semakin banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk mencoba
sesuatu yang baru. Misalnya masak resep baru, berkebun minimalis, belajar
desain, vlog, nulis dan sebagainya. Tentu saja lebih berguna daripada menggalau
sepanjang hari bukan?
Sebagai seorang wanita, memang kadangkala kitalah yang
paling dirugikan dalam masalah patah hati. Bagaimana tidak, Tuhan memang
menciptakan kita dengan hati (perasaan) yang lebih. Karena itu wanita
membutuhkan proses lebih lama agar bisa memaafkan dan mengikhlaskan. Tak apa,
semua perlu waktu. Karena pada akhirnya cinta tak selamanya harus dimiliki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar