Rabu, 14 Februari 2018

Kesendirian Seorang Wanita

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, itu berat. Berat tanggung jawab dan berat pekerjaan rumah. Begitulah. Apalagi untuk anak perempuan, banyak sekali tuntutan dari orang tua. Harus pinter masak, pinter bersih – bersih rumah, rajin mandi, rajin bersih – bersih kamar dan masih banyak lagi. Untuk masa depan ketika sudah berkeluarga, ucap ibu mengingatkan. Kadang juga merasa lelah dan malas pastinya. Namanya juga masih belum terjun di dunia kerumahtanggaan langsung ya, padahal nantinya ketika sudah berkeluarga banyak banget – banget tanggungannya. Tanggungan diri, suami, anak – anak, keluarga, belum lagi jika masih kerja diluar.




Tapi, jujur saja. Jika sudah terbiasa mengerjakannya akan lebih ringan. Belajar dan belajar agar bisa mengatur rumah (tangga) dengan baik ketika masih lajang, itu juga penting. Walaupun juga mengorbankan tanggan yang nggak bisa halus (ngelus tangan sendiri), kuku yang nggak bisa manicure dan pedicure karena seringnya cuci piring hingga waktu jalan – jalan hangout yang berkurang. Segalanya memang harus dipersiapkan

Imbalannya apa?

Nggak ada. Mungkin hanya rasa capek dan lelah, atau bahkan omelan – omelan dari orang tua yang dirasa kurang bersih, kurang ini, kurang itu (paling sering dialami diri sendiri, hiks).


Tapi, yakin, yakin dan yakin saja. Suatu saat hal itu akan berguna. Ketika berumah tangga misalnya. Ketika dalam rumah tangga keadaan sedang sulit dan tidak ada khadimat, bagi kita yang sudah terbiasa di masa lajang membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah tangga maka akan biasa saja. Tidak manja dan tidak bergantung pada khadimat. Ya suatu saat nanti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar