Selasa, 11 Desember 2018

Ada Apa Dengan “Rok Pendek”?

Baru – baru ini di sosial media banyak banget berita tentang tanda tangan sebuah petisi salah satu iklan Shopee yang menayangkan salah satu girlband korea. Kabarnya, banyak ibu – ibu yang mengkhawatirkan iklan tersebut karena tarian dan “rok pendek”.

What wrong with “rok pendek”? What wrong with that? Toh, “rok pendek” hanya sebuah kain. Baju yang kita pakai ini hanya sebuah kain yang menutup tubuh. Just it.

Hanya saja, dengan cara berpakaian kadang gampang sekali menilai seseorang. Kebanyakan dari kita pasti akan menilai seseorang dari bagaimana dia berpakaian. Iya kan? Orang yang cadaran, berjilbab, atau rok mini tentu akan berbeda penilaian.

Tapi apakah hanya dari sebuah kain kita pantas untuk menilai seseorang?

Rasanya nggak pantas sama sekali.

Kita mengolok orang – orang yang berpakaian mini ini dengan sebutan “calon penghuni neraka” atau 
pelacur atau lainnya

Kenapa?

Padahal kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan.  Semua itu hanyalah Tuhan yang tahu. Kita tidak tahu hal – hal ghaib tersebut.

Yang kita tahu, bagaimana cara diri kita harus menjadi pribadi yang lebih baik, baik dan baik lagi.

Ini nggak ada sangkut pautnya dengan norma yang ada di Indonesia. Karena memang pada dasarnya budaya di Indoesia lebih condong ke timur. Norma yang ada di masyarakat kita sangat menjunjung kesopanan, baik itu kesopanan dalam berpakaian.

Dari segi agama? Islam menganjurkan atau bahkan memerintahkan para wanita untuk menggunakan pakaian yang menutup jelas mungkin berbeda dengan agama yang lainnya.

Disini aku hanya berbagi untuk kalian semua. Jangan mudah menilai seseorang dari apa yang dia pakai, dari apa yang dia kenakan. Karena nyatanya banyak sekali kata – kata yang diucapkan dari mulut ini ketika melihat seseorang berpakaian. Dan disini bukan berarti mempersilahkan untuk berpakaian yang terbuka, tapi yang ku maksud disini adalah jangan mudah menjudge orang hanya dari cara pakaiannya. Seperti orang yang berpakaian jilbab lebar dan yang tidak sering kali disangkutpautkan dengan keimanan atau ibadah seseorang. Please.

And the last.....

"Setiap orang memiliki aturan dalam kehidupannya masing - masing. Aku dan kamu yang sebagai orang muslim pun memiliki aturan. Maka dari itu orang yang beriman akan mengikuti aturan yang ada. Hanya saja mungkin prosesnya yang berbeda"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar