Sabtu, 02 Februari 2019

Korban Obsesi Orang Tua


Ada satu scene drama korea yang membuat gue berpikir tentang satu hal. “Yang orang tua inginkan adalah memenuhi keinginan mereka lewat anak mereka ”  Menurut pribadi sih, itu benar. Tanpa sadar, orang tua menuntun kita dalam menentukan pilihan (atau bahkan sampai menuntut). Dari memilih sekolah, kerja bahkan jodoh. Tapi, memang tak sedikit juga orang tua membebaskan pilihan – pilihan tersebut kepada si anak.



Ini yang gue lihat sebagai kakak kepada seorang adik yang sebentar lagi masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Sejak beberapa bulan yang lalu, adik gue, si Ais, ribut dengan pilihan – pilhan sekolah selanjutnya. Orang tua gue pun memberikan pilihan –pilihan ke dia. Terutama beberapa sekolah di pondok pesantren atau boarding (asrama). Tidak ada paksaan, hanya saja gue sebagai kakak (yang baik) memberikan sudut pandang ke dia.

“Sekolah di negeri itu begini... begini dek... nanti kamu kalo nggak begini jadi begini”

“Kalau sekolah di pondok atau boarding itu enaknya begini ... nggak enaknya  ya begini ...”

Dari percakapan yang panjang itu, akhirnya gue tahu dia sebenarnya lebih condong ke sekolah yang seperti apa.

“Kak, aku aslinya pernah bilang ke mama pengen sekolah yang sama kayak kamu waktu SMA”

“Terus???”

“Aku dimarahi mama”

“Lah, kenapa?”

“Ya gitu kak, alasannya ....”

Oke, baik.

Jadilah dia, si Ais, pergi tes masuk ke salah satu sekolah dimana orang tua kami menyarakan. Dicoba saja. Barangkali bisa lolos.

Setelah itu apa yang kami berdua lakukan? Ya pastinya berdoa. Hanya saja, berdoa agar tidak lolos. 
Mungkin aneh kedengarannya. Tapi bagiku ini menghilangkan sebuah kesia – siaan jika akhirnya dia diterima di sekolah tersebut karena adik gue nggak ada keinginan masuk disana.

Memang gue belum jadi orang tua dan gue belum pernah tau perasaan sebagai orang tua yang memiliki keinginan yang besar kepada anak – anaknya. Hanya saja, apakah iya kamu akan selalu mengatakan seperti ini?

“Kamu mau sekolah dimana?”

“Apa kata orang tua aja lah”

“Eh, eh, kamu katanya mau ambil jurusan hukum?”

“Ortuku ngebolehin, mereka nyuruh aku ngambil jurusan keguruan”

This is your life. C’mon, you have a choice. Jangan sampai menyesal nantinya. Bahkan sampai nangis – nangis akibat melakukan hal yang nggak kamu suka.

Kalau sudah terlanjur gimana?

Turuti apa kata mereka jika memang itu dirasa baik buatmu.  Bertahanlah sampai akhir.
Misal kamu salah jurusan di perkuliahan akibat paksaan dari orang tua. Yasudah, selesaikan dengan baik, secepat mungkin, bahkan kalau bisa kamu bisa berprestasi. Selanjutnya? Berbicarahlah secara baik – baik ke orang tua. Diskusi dengan mereka dan selalu minta doa restu disetiap langkah yang kamu ambil. Gue yakin, pasti dalam setiap diri seorang anak, ada keinginan orang tua yang selalu ingin kita kabulkan. Dan gue yakin, tiap orang bisa mengabulkan dengan caranya masing – masing.

Tapi inget, sekalipun kamu sudah mempunyai pilihan dan orang tua kamu fine – fine aja dengan pilihan itu maka bertanggung jawablah. Baik dari segi apa yang kamu dan orang – orang sekitarmu dapatkan hingga ketika nantinya menemui kesulitan.

Karena ini kehidupan, nggak ada jalan yang lurus, mulus, seperti jalan tol.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar