Ada satu scene drama korea yang membuat gue berpikir tentang
satu hal. “Yang orang tua inginkan adalah memenuhi keinginan mereka lewat
anak mereka ” Menurut pribadi sih,
itu benar. Tanpa sadar, orang tua menuntun kita dalam menentukan pilihan (atau
bahkan sampai menuntut). Dari memilih sekolah, kerja bahkan jodoh. Tapi, memang
tak sedikit juga orang tua membebaskan pilihan – pilihan tersebut kepada si
anak.
Ini yang gue lihat sebagai kakak kepada seorang adik yang
sebentar lagi masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA). Sejak beberapa bulan yang
lalu, adik gue, si Ais, ribut dengan pilihan – pilhan sekolah selanjutnya.
Orang tua gue pun memberikan pilihan –pilihan ke dia. Terutama beberapa sekolah
di pondok pesantren atau boarding (asrama). Tidak ada paksaan, hanya saja gue
sebagai kakak (yang baik) memberikan sudut pandang ke dia.
“Sekolah di negeri itu begini... begini dek... nanti kamu
kalo nggak begini jadi begini”
“Kalau sekolah di pondok atau boarding itu enaknya begini
... nggak enaknya ya begini ...”
Dari percakapan yang panjang itu, akhirnya gue tahu dia
sebenarnya lebih condong ke sekolah yang seperti apa.
“Kak, aku aslinya pernah bilang ke mama pengen sekolah
yang sama kayak kamu waktu SMA”
“Terus???”
“Aku dimarahi mama”
“Lah, kenapa?”
“Ya gitu kak, alasannya ....”
Oke, baik.
Jadilah dia, si Ais, pergi tes masuk ke salah satu sekolah
dimana orang tua kami menyarakan. Dicoba saja. Barangkali bisa lolos.
Setelah itu apa yang kami berdua lakukan? Ya pastinya
berdoa. Hanya saja, berdoa agar tidak lolos.
Mungkin aneh kedengarannya. Tapi
bagiku ini menghilangkan sebuah kesia – siaan jika akhirnya dia diterima di
sekolah tersebut karena adik gue nggak ada keinginan masuk disana.
Memang gue belum jadi orang tua dan gue belum pernah tau
perasaan sebagai orang tua yang memiliki keinginan yang besar kepada anak –
anaknya. Hanya saja, apakah iya kamu akan selalu mengatakan seperti ini?
“Kamu mau sekolah dimana?”
“Apa kata orang tua aja lah”
“Eh, eh, kamu katanya mau ambil jurusan hukum?”
“Ortuku ngebolehin, mereka nyuruh aku ngambil jurusan
keguruan”
This is your life. C’mon, you have a choice. Jangan
sampai menyesal nantinya. Bahkan sampai nangis – nangis akibat melakukan hal
yang nggak kamu suka.
Kalau sudah terlanjur gimana?
Turuti apa kata mereka jika memang itu dirasa baik buatmu. Bertahanlah sampai akhir.
Misal kamu salah jurusan di perkuliahan akibat paksaan dari
orang tua. Yasudah, selesaikan dengan baik, secepat mungkin, bahkan kalau bisa
kamu bisa berprestasi. Selanjutnya? Berbicarahlah secara baik – baik ke orang
tua. Diskusi dengan mereka dan selalu minta doa restu disetiap langkah yang
kamu ambil. Gue yakin, pasti dalam setiap diri seorang anak, ada keinginan
orang tua yang selalu ingin kita kabulkan. Dan gue yakin, tiap orang bisa
mengabulkan dengan caranya masing – masing.
Tapi inget, sekalipun kamu sudah mempunyai pilihan dan orang
tua kamu fine – fine aja dengan pilihan itu maka bertanggung jawablah. Baik dari
segi apa yang kamu dan orang – orang sekitarmu dapatkan hingga ketika nantinya
menemui kesulitan.
Karena ini kehidupan, nggak ada jalan yang lurus, mulus,
seperti jalan tol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar