WHAT?
Nggak salah, nih?
Jaman sekarang ini pertanyaan
yang sering diajukan kepada jombloers di Indonesia bukan “Mana pacar lo?” tapi
yang sering menjadi pertanyaan adalah “Kapan nikah?”. Booming banget. Akun
– akun nikah pun bertebaran di sosial media dan efek yang paling parah adalah B A P E R!
Kebaperan hakiki.
Pernikahan (menurut pribadi) adalah bersatunya dua orang yang terikat perjanjian dalam ijab qobul demi mewujudkan visi dan misi bersama sehingga meraih keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Pernikahan (menurut pribadi) adalah bersatunya dua orang yang terikat perjanjian dalam ijab qobul demi mewujudkan visi dan misi bersama sehingga meraih keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Fakta yang terjadi adalah bersatunya dua manusia ini nggak mudah alias susah banget! Perlu komitmen, tanggung jawab, pengertian, kesabaran dan masih banyak hal.
Aku disini nggak mau membahas
yang terlalu jauh karena memang belum merasakan (oke fix, masih jomblo
#bahagia).
Dari buku yang pernah aku baca,
menikah itu NIKMAT. Sudah kita ketahui, bahwa menikah adalah penggenapan
setengah agama maka segalanya menjadi pahala. Dulu ketika berpegangan tangan
itu haram, kini menjadi pengugur dosa. Dulu ketika menatap matanya adalah zina,
sekarang justru menjadi suatu hal yang romantis.
Perlu di ingat disini adalah,
menikah bukan untuk perlombaan. Memang banyak sih yang menikah di usia muda,
tapi yang BERCERAI juga banyak di usia pernikahan yang masih muda.
Mengapa apa hal itu bisa terjadi?
Karena mereka sebenarnya masih
belum siap untuk berkomitmen. Mungkin menikah karena ingin bebas dari orang
tua? Mungkin menikah karena melepas status agar tidak diejek jomblo oleh teman
– teman sekitar? Dendam dengan mantan yang lebih dulu menikah? Merasa kesepian
karena banyak teman yang akhirnya lebih dulu menikah? Atau ada kemungkinan lain
yang tanpa disadari?
Hanya Allah yang tahu segala isi
hati dan niatmu.
Menikah, jangan (hanya)
dipikirkan tapi juga perlu dipersiapkan. Selagi menunggu datangnya jodoh
persiapkan ilmu sebanyak – banyaknya. Baca buku tentang pernikahan atau
mengikuti kajian pranikah misalnya. Mencari ilmu tentang menikah itu jangan
ketika sudah merasa siap untuk menikah karena kita nggak tahu datangnya jodoh
kapan.
Semangat.
Kita bersama - sama menyiapkan diri
salam.
#INSPIRATIF #INOVATIF #KREATIF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar