Sabtu, 28 April 2018

Q & A "Patah Hati yang Berkali – Kali"


Q : “Pernah patah hati karena apa?”

A : “Karena cinta, karena cita.”

Q : “Maksudnya gimana?”

A : “Begitulah, patah hati karena orang yang dicintai dan juga karena cita – cita yang belum tercapai.”

Q : “Pernah jatuh cinta juga?”

A : “Karena patah hati terjadi setelah kamu jatuh cinta.”

Q : “Lalu?”

A : “Normal seperti manusia lain. Nangis iya, sedih iya, kecewa iya.”

Q :“Bagaimana kamu bisa jatuh cinta dan menyebabkan kamu patah hati?”

A : “Kuakui bahwa aku tidak mudah untuk bisa kagum terhadap seseorang. Jatuh cinta pada pandangan pertama mungkin tidak berlaku padaku. Karena aku pun pernah jatuh cinta ke seseorang dimana sama sekali bertemu dengannya.  Aku jatuh cinta pada kenyamanan yang dia berikan.”

Q : “Rasa nyaman yang seperti apa?”

A : “Mengagumi dari jauh tanpa pernah bisa mengungkapkannya. Hal ini lah yang membuatku semakin suka.”

Q : “Lalu, kenapa kamu bisa patah hati?”

A : “Inilah akhirnya, aku tidak bisa melanjutkan. Dia menikah dengan wanita lain dan aku harus berhenti untuk mengaguminya.”

Q : “Menyedihkan sekali. Lalu apa ia cinta terakhirmu?”

A : “Tentu saja tidak. Cinta tidak boleh berakhir. Karena pada akhirnya aku menemukan orang lain yang sedang ku kagumi.”

Q : “Serius?”

A : “Benar.”

Q : “Apa yang terjadi selanjutnya?”

A : “Sudah ku putuskan bahwa kali ini aku akan mengatakan padanya lebih dulu. Hal yang aneh memang, tapi kenyataannya lebih sakit jika ditinggal daripada ditolak. Ditolak di awal tidak perlu mempertaruhkan hati agar semakin nyaman pada dia.”

Q : “Apa yang terjadi dengan dia?”

A : “Yah pada akhirnya aku kembali ditolak dan patah hati.”

Q : “Maaf, aku tidak berniat membuatmu sedih”

A : “Ah, tidak. Justru semakin sering patah hati membuatku semakin tahu bahwa hati sifatnya berbolak balik. Kadang ia merasa senang kadang juga sedih. Kadang ia berbunga – bunga karena jatuh cinta kadang pula ia kelam kelabu karena patah.”

Q : “Baiklah, semoga kisah cintamu akan berakhir bahagia pada akhirnya nanti”

A : “Terima kasih.”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar