Selasa, 07 Agustus 2018

Selamat Datang di Kota Bernama : Jember

Sudah beberapa hari ini aku memulai lagi untuk hidup di Kota Jember dengan status berbeda, maba alias Mahasiswa Baru. Jika sebelumnya , di Jember ini aku berstatus santri selama lima bulan. Wks! Bedannya apa aja? Lumayan banyak! Kalau sebelumnya hidup sebagai anak pondok, sekarang hidup sebagai anak kos. Kalau dulu untuk makan sudah disiapkan oleh bu dapur, kalau sekarang harus menyiapkan sendiri. Kalau dulu nggak bisa bebas karena dikengkang oleh aturan pondok, sekarang harus lebih tahu diri dengan aturan diri sendiri. But, it is oke. Hidup itu perlu mencoba hal – hal baru.

Kenapa Jember?

Karena aku sudah jatuh hati dengannya.

Menurutku Jember itu kota besar yang nggak serame di Surabaya atau Malang. Di sini segalanya murah! Percaya nggak, kamu bisa beli sayur bening (seperti sayur asem, gitu) dengan harga 1000! Kalau nggak percaya datang gih kesini. Hahaha.

Kehidupan sebagai anak kos, ya begitu – begitu aja sih. Masak, nyuci, bersih – bersih, nonton (karena masih belum aktif nih kuliahnya), ya sama lah seperti yang dilakukan di rumah.

Tanggal 13 nanti, ospek sudah dimulai, jujur aja di dalam diri masih ada trauma untuk ikut segala kegiatan ospek. Trauma yang diakibatkan waktu SMA. Huft. But, ya. Mama sudah berpesan, kalau dimarahi masuk telinga kanan langsung keluarkan lagi. Nggak usah dibawa sampai hati. Juga, melatih kekuatan mental. Oke, semangat!

2 komentar: