Jumat, 17 Agustus 2018

Selamat Menempuh Status Baru : Mahasiswa Universitas Jember


Aku termasuk orang yang setuju banget dengan adanya OSPEK tanpa adanya kekejaman para senior. Sejak jaman SMA, aku punya trauma karena MOS. Waktu itu, masih ada yang namanya kakak kelas itu seenaknya mereka sendiri membuat aturan. Peraturan pertama, panitia selalu benar” dan “Peraturan kedua, jika panitia salah maka kembali ke peraturan pertama”. Menurutku itu kejam, karena mau bagaimanapun peserta melakukan sesuatu kalau panitia sudah ngomong salah yasudah salah.

Kesalahannya pun dibuat – buat, nggak masuk akal! Misalnya, kaos kaki harus diatas 20 cm dari mata kaki, kurang sedikit aja sudah tuh salah atau ukuran id card yang nggak sesuai sedikit. Itu enggak banget! Mungkin mereka bilang itu melatih mental, biar mental anak baru nggak mental tempe. Haloooo, ngelatih mental itu bukan dengan cara dibentak – bentak, bahkan dikata – katain gitu. Yang ada malah bikin dendam, parahnya trauma. Orang tuaku nggak pernah bilang yang kasar ke aku, dan mereka siapa? hanya sebatas senior yang seenak jidat ngata- ngatain.

Makanya aku bersyukur banget, OSPEK di Universitas Jember tahun ini nggak ada semacam begituan. Nggak ada marah – marah, nggak disuruh bawa sesuatu yang aneh – aneh dan untungnya pendamping kelasku baik, cakep dan cantik #eaa. Iya sih, bikin ngantuk selama materi, tapi nggak sedikit juga dosen – dosen ngasih game ke kita. Kakak senior yang lain juga ngasih bocoran tentang para dosen, mata kuliah dan lain – lain. Jujur, rasanya sudah dibikin nyaman sejak pertama kali datang untuk kegiatan. Ntaps!

Selamat datang para maba! Dan Semangat!

 Kenangan Ospek



Penerbangan balon saat upacara pembukaan


Salah satu menu makan siang


Selfie dulu *narsise*


Lagi upacara masih sempet gitu ya. haha!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar