Aku termasuk orang yang setuju banget dengan adanya OSPEK
tanpa adanya kekejaman para senior. Sejak jaman SMA, aku punya trauma karena
MOS. Waktu itu, masih ada yang namanya kakak kelas itu seenaknya mereka sendiri
membuat aturan. “Peraturan pertama, panitia selalu benar” dan “Peraturan
kedua, jika panitia salah maka kembali ke peraturan pertama”. Menurutku
itu kejam, karena mau bagaimanapun peserta melakukan sesuatu kalau panitia sudah
ngomong salah yasudah salah.
Kesalahannya pun dibuat – buat, nggak masuk akal! Misalnya,
kaos kaki harus diatas 20 cm dari mata kaki, kurang sedikit aja sudah tuh salah
atau ukuran id card yang nggak sesuai sedikit. Itu enggak banget! Mungkin
mereka bilang itu melatih mental, biar mental anak baru nggak mental tempe.
Haloooo, ngelatih mental itu bukan dengan cara dibentak – bentak, bahkan dikata
– katain gitu. Yang ada malah bikin dendam, parahnya trauma. Orang tuaku nggak
pernah bilang yang kasar ke aku, dan mereka siapa? hanya sebatas senior yang
seenak jidat ngata- ngatain.
Makanya aku bersyukur banget, OSPEK di Universitas Jember
tahun ini nggak ada semacam begituan. Nggak ada marah – marah, nggak disuruh
bawa sesuatu yang aneh – aneh dan untungnya pendamping kelasku baik, cakep dan
cantik #eaa. Iya sih, bikin ngantuk selama materi, tapi nggak sedikit juga
dosen – dosen ngasih game ke kita. Kakak senior yang lain juga ngasih bocoran
tentang para dosen, mata kuliah dan lain – lain. Jujur, rasanya sudah dibikin
nyaman sejak pertama kali datang untuk kegiatan. Ntaps!
Selamat datang para maba! Dan Semangat!
Kenangan Ospek
Penerbangan balon saat upacara pembukaan
Salah satu menu makan siang
Selfie dulu *narsise*
Lagi upacara masih sempet gitu ya. haha!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar