Air mata, maafkan aku. Kali ini kamu harus jatuh kembali. Hanya
karena sebuah perasaan. Maybe. Bukan, ini bukan salah siapa – siapa. tapi ini salahku
sendiri. Salahku yang tidak menjaga hati dengan hati – hati. Terlalu terbuai
dengan perasaan palsu.
Aku hanya menjadi tempat ternyaman, katanya. Tapi hanya
sebagai teman chat di sosial media. Aku pernah mengalami hal ini sebelumnya. Sakit.
Sangat. Dulu, ada seseorang yang nyaman denganku. Hanya lewat sosial media,
karena memang jarak kami yang berjauhan. Sebagai teman. Tapi apa selanjutnya? Ketika
dia sudah menemukan seseorang yang membuatnya lebih nyaman dan ada hubungan
yang lebih dengan orang tersebut aku ditinggal pergi.
Air mata. Maafkan aku. Malam ini aku meneteskanmu karena
hatiku sakit.
Aku ingat. Ada orang lain yang membuatku nyaman. Sebagai teman.
Tapi lagi – lagi hanya lewat sosial media. Tapi apa yang dikatakannya ketika
dia menemukan seseorang yang lebih asyik daripada aku? Katanya, pertemanan kita
nggak ada gunanya, karena hanya berhubungan lewat sosial media.
Itu menyakitkan. Buatku.
Rasa nyaman yang ditimbulkan dari sosial media hanya karena
kamu kesepian. Dan aku menemani.
Ya, aku hanya seseorang yang dijadikan tempat pelarian
ketika sosial media terasa sepi.
Tapi maaf, aku punya perasaan. Perasaan sebagai makhluk. Perasaan
sebagai seorang wanita. Perasaan sebagai seseorang yang normal.
Air mata. Aku minta, kali ini harus kembali kuat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar