Sabtu, 06 April 2019

Ketika Aku Galau Tentang Cinta


Cie, masalah cinta nih ye. Tumben.

Beberapa hari yang lalu, atau bisa jadi beberapa pekan yang lalu, aku memikirkan sesuatu. Yups, sesuatu itu membuatku bisa dikatakan “galau” secara tiba – tiba. Fyi, aku sering banget nih, ketika sedang dikamar, sendirian, sambil dengerin lagu – lagu terus datang galau. Ada yang pernah sama merasakan hal ini?

Aku termasuk tipe perempuan yang nggak bisa dekat dan nyaman dengan banyak laki – laki. Artinya, bisa jadi aku hanya ada satu dua orang  laki – laki yang bisa membuatku nyaman sebagai teman dekat atau bahkan sahabat. Begitulah. Itupun juga pilih – pilih. Hahaha. Apalah aku ini. Bisa dikatakan juga, aku bukan seperti teman – teman perempuan lainnya yang gampang nongkrong, haha hihi, atau bahkan say hello dengan laki – laki, walaupun itu teman seangkatan sendiri. Entahlah.  Bukan, bukan berarti aku anti dengan laki – laki, haha. Tapi, ya inilah aku, yang dimana aku lebih nyaman begitu.

Aku pernah dekat dengan seseorang, dijaman masih duduk di seragam putih biru alias SMP. Dia kakak kelas tiga tahun diatasku. Artinya, ketika aku baru masuk SMP, dia juga baru masuk SMA. Bisa dibilang kedekatanku dengan dia cukup lama, dari jaman SMP hingga SMA. Sampai, aku pernah berharap selamanya. Tapi, karena memang takdir yang sudah dituliskan dariNya, ya akhirnya dia menikah terlebih dahulu.

Merasa sakit? Iya, waktu itu. Tapi aku tahu, hati sifatnya bolak – balik, dan akan terus begitu.

Mari lupakan.

Lalu, sekarang ini, aku kembali berteman dekat dengan seseorang yang juga dimana aku juga berharap akan bersama dia selamanya. Bahkan bisa dikatakan aku memaksakan Tuhan agar kami disatukan.

Hingga, aku sadar, setelah aku berpikir lebih jauh.

“....Nggak bisa, aku nggak bisa memaksa Tuhan. Aku nggak bisa memaksakan takdir yang sudah diputuskanNya untuk masa depanku nanti. Aku harus mulai belajar ikhlas, ikhlas dan ikhlas. Bahwa cinta bukan sesuatu yang dipaksa, tetapi mengalir begitu saja. Ya, seperti itu....”

Ketika aku galau tentang cinta (yang salah), maka aku harus segera mengakhirinya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar