Kamis, 25 Juli 2019

Kita (Tidak) Sedang Baik - Baik Saja


“Kamu percaya ik, kalau ikhwan itu tidak hanya memandang dari segi fisiknya aja?”

Tanya seseorang. Beberapa hari yang lalu

“Mungkin”

“untuk orang yang seperti aku yang gemuk, wajah biasa saja, punya penyakit lagi. Kok rasanya susah ya, ik”

“Susah bagaimana ya, mbak?”

“Ya, susah buat nikah”

“Nggak lah mbak, pasti ada ikhwan – ikhwan yang suka sama akhwat gemuk”

“Tapi itu Cuma sekian persen, Ik”

Hening. Aku tidak bisa menanggapi.

“Aku juga pernah ik, dibicarakan sama ammah – ammah”

“Bagaimana memangnya, mbak?”

“Ya gini ik, ‘******** ini lho suruh diet, nanti nggak ada ikhwan yang mau’

Seketika terkejut. Bisa gitu ya?

Well, obrolan kami berdua masih lanjut. Kenyataan bahwa ada rasa minder di dalam dirinya. Faktor usia yang belum menikah dan yang paling banyak adalah faktor fisik yang ada pada dirinya.

Sama, aku juga merasakan hal yang seperti itu. Kadang.

Minder dengan diri sendiri, lebih ke fisik terutama. Seringkali orang – orang yang berada di lingkungan sekitar membicarakan diri ini. dari ujung rambut, pipi sampai badan. Marah? Tentu saja. Rasanya mereka seperti tidak pantas membicarakan apa - apa yang ada pada diri ini.

Mengapa?

Karena mereka tidak tahu yang sesungguhnya.  Mereka yang suka membicarakan ataupun mengolok – olok tidak pernah tahu bagaimana susahnya diet, tidak pernah tahu rasanya menahan diri untuk tidak menikmati makanan tertentu ataupun sebagainya.

Berhentilah untuk mengatakan hal – hal yang tidak perlu di ucapkan. Apalagi jika pertama kali bertemu “Wah kamu kok tambah kurusan?” “Wah, kamu kok tambah lebar ya kayaknya” “Ih, itu kenapa sih kok muka gosong banget”

Mari kita belajar untuk menahan diri. Aku pun juga.

Karena pasti kita sudah tahu banyak kasus - kasus body shaming ataupun body bully yang berujung pada kematian, bunuh diri. Mungkin saja, bukan fisiknya yang bunuh diri tapi jiwa rasa percaya dirinya yang pergi.

Apakah kita begitu tega membunuh hal itu pada orang - orang disekitar kita?

Tentu saja, tidak. 


Untuk orang – orang yang pernah merasakan hal yang sama.

Jangan pernah merasa kamu salah dilahirkan dengan memiliki fisik yang berbeda. Yakin saja, bahwa kamu cantik. Karena dengan kecantikan yang kamu miliki, orang – orang seharusnya akan melihat bahwa kita tidaklah sama. Semua memiliki sisi yang menarik. Tentu tidak indah, jika Tuhan menciptakan kita memiliki kecantikan yang sama rata. 

Banggalah pada diri sendiri. Banggalah dengan apa yang kamu miliki sekarang ini.
Suatu saat, akan ada laki – laki yang melihatmu. Bahwa kamu adalah orang yang tercantik di dunia ini. Begitu pula kamu wahai laki – laki, suatu saat akan ada yang menerimamu apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang melekat.



1 komentar:

  1. يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه واتقوا الله إن الله تواب رحيم

    BalasHapus