Dan apa yang
ada dipikiran kita jika mendengar kata “pemuda”?
Manusia bebas.
Pinginnya
selalu mencoba hal baru.
Dan penuh
kreativitas.
Benar sekali teman,
sungguh. Pemuda hari ini adalah pemuda yang penuh kebebasan, yang selalu ingin
mencoba hal baru sehingga penuh kreativitas pada dirinya. Tapi, kita sebagai
pemuda muslim jangan lupakan satu hal, bahwa kita adalah hamba Allah. Karena
Allah -lah kita ada didunia ini dan padaNya pula kita kembali. Tentu kita
sering mempelajari tentang rukun iman, yang bahkan dipelajari dari jaman
Sekolah Dasar. Iman yang artinya diucapkan dengan lisan, diyakini dengan hati
dan dibuktikan dengan amal. Teman, kita barangkali sudah terbiasa dengan
menyakini rukun iman, tapi sudahkah amal kita lakukan dengan baik?
Pemuda, dengan
segala energi kebebasannya sering kali lalai dan terlena dengan hal itu.
Menganggap bahwa kehidupan ini hanya untuk senang – senang dan sebuah permainan.
Pencarian jati diri yang sering kali membuat segalanya menjadi membingungkan
dan membuat penat. Maka sebab itu teman, kita jangan lupa dengan satu hal,
bahwa kita adalah seorang hamba. Hamba Allah yang Maha Kuasa. Sadarlah, bahwa
kita tak ada apa – apanya tanpa diriNya. Kita adalah manusia yang lemah tanpa
bergantung padaNya. Karena sesungguhnya hamba itu akan dihisab dan ditanya
tentang umurnya dalam hal apa dihabiskan dan tentang masa mudanya dalam hal apa
ia gunakan.
Pemuda, dengan
segala energi yang masih melekat kuat dibadan, seharusnya justru lebih rajin
untuk beribadah kepada Allah. Manusia dengan usia lanjut yang rajin beribadah
itu sudah biasa, tetapi manusia dengan usia yang masih muda tetapi rajin ibadah
itu luar biasa. Alangkah luar biasa, jika masjid – masjid yang biasanya hanya
terisi orang yang sudah lanjut usia, kini juga penuh dengan para pemuda sholeh
yang meramaikan. Alangkah nikmat, jika suara adzan bukan hanya suara kakek –
kakek tua tetapi juga menggema suara indah nan merdu dari lisan pemuda sholeh.
Alangkah sejuk, jika biasanya selesai sholat berjamaah para jamaah langsung
pulang ke rumah, kini ada yang duduk melingkar dan mengaji Al – Quran bersama.
Begitu pula kebebasan yang didapat oleh pemuda jika dirinya ingat bahwa segala
aktivitas yang dilakukan selalu diawasi oleh Allah, maka dirinya memiliki “rem”
ketika akan bertindak.

masyaAllah ustadzah nisrina bijak sekaliih 😍❤️
BalasHapusSubhanallah, Azkiya :)
BalasHapus