Senin, 08 Januari 2018

Ibadah adalah Kesehariannya

Dan apa yang ada dipikiran kita jika mendengar kata “pemuda”?

Manusia bebas.

Pinginnya selalu mencoba hal baru.

Dan penuh kreativitas.

Benar sekali teman, sungguh. Pemuda hari ini adalah pemuda yang penuh kebebasan, yang selalu ingin mencoba hal baru sehingga penuh kreativitas pada dirinya. Tapi, kita sebagai pemuda muslim jangan lupakan satu hal, bahwa kita adalah hamba Allah. Karena Allah -lah kita ada didunia ini dan padaNya pula kita kembali. Tentu kita sering mempelajari tentang rukun iman, yang bahkan dipelajari dari jaman Sekolah Dasar. Iman yang artinya diucapkan dengan lisan, diyakini dengan hati dan dibuktikan dengan amal. Teman, kita barangkali sudah terbiasa dengan menyakini rukun iman, tapi sudahkah amal kita lakukan dengan baik?

Pemuda, dengan segala energi kebebasannya sering kali lalai dan terlena dengan hal itu. Menganggap bahwa kehidupan ini hanya untuk senang – senang dan sebuah permainan. Pencarian jati diri yang sering kali membuat segalanya menjadi membingungkan dan membuat penat. Maka sebab itu teman, kita jangan lupa dengan satu hal, bahwa kita adalah seorang hamba. Hamba Allah yang Maha Kuasa. Sadarlah, bahwa kita tak ada apa – apanya tanpa diriNya. Kita adalah manusia yang lemah tanpa bergantung padaNya. Karena sesungguhnya hamba itu akan dihisab dan ditanya tentang umurnya dalam hal apa dihabiskan dan tentang masa mudanya dalam hal apa ia gunakan.


Pemuda, dengan segala energi yang masih melekat kuat dibadan, seharusnya justru lebih rajin untuk beribadah kepada Allah. Manusia dengan usia lanjut yang rajin beribadah itu sudah biasa, tetapi manusia dengan usia yang masih muda tetapi rajin ibadah itu luar biasa. Alangkah luar biasa, jika masjid – masjid yang biasanya hanya terisi orang yang sudah lanjut usia, kini juga penuh dengan para pemuda sholeh yang meramaikan. Alangkah nikmat, jika suara adzan bukan hanya suara kakek – kakek tua tetapi juga menggema suara indah nan merdu dari lisan pemuda sholeh. Alangkah sejuk, jika biasanya selesai sholat berjamaah para jamaah langsung pulang ke rumah, kini ada yang duduk melingkar dan mengaji Al – Quran bersama. Begitu pula kebebasan yang didapat oleh pemuda jika dirinya ingat bahwa segala aktivitas yang dilakukan selalu diawasi oleh Allah, maka dirinya memiliki “rem” ketika akan bertindak.


2 komentar: